“Akal dan Kekristenan”
oleh: Paul E. Little
![]()
INTI DARI ISI BUKU
Kehidupan sekarang merupakan era di mana segala sesuatunya serba maju dan modern. Kemajuan tersebut tidak hanya mempengaruhi kehidupan manusia umumnya, tetapi khususnya juga bagi kekristenan saat ini, dimana tidaklah cukup sekedar mengetahui apa yang dipercayai melainkan yang terpenting adalah mengetahui apa sebabnya yang dipercaya tersebut.
Buku ini dimaksudkan untuk membahas pertanyaan-pertanyaan yang biasa diajukan dan menyarankan sedikitnya jawaban pendahuluan, selain itu juga menguatkan iman sebagai orang Kristen dan untuk menolong orang lain dengan memberi jawab kepada setiap orang yang bertanya tentang alasan dari pengharapan yang ada, karena kekristenan itu masuk akal
Apakah Allah ada? Merupakan suatu pertanyaan yang sangat penting yang menghendaki jawaban yang mungkin mempunyai implikasi yang sangat dalam. Untuk menguraikan hal tersebut, ada beberapa implikasi yang praktis: “ seluruh tujuan dan kehidupan manusia dipengaruhi oleh apakah manusia menganggap dirinya sebagai makhluk tertinggi di alam semesta ini ataukah mereka mengakui adanya makhluk luar biasa sebagia oknum yang ditakuti atau yang ditakuti, suatu kekuatan yang diimani ataukah Tuhan untuk diusembah”.
Satu lagi buku yang memberikan penerangan bagi iman Kristen, bagaimana menjawab setiap pertanyaan tentang keilahian Yesus, serta hubunganNya dengan Allah. Bukti-bukti yang meyakinkan bahwa hubunganNya dengan Allah adalah satu adalah sifat-sifatNya sesuia dengan pengakuanNya, Dia tidak berdosa, memiliki kepribadian yang sempurna, mempunyai kuasa yang melebihi kekuatan-kekuatan alam yang hanya dimiliki oleh Allah saja. Dan bukti terbesar untuk menyatakan keilahian Tuhan Yesus adalah KebangkitanNya dari kematian.
Pertanyaan apakah Kristus bangkit dari antara orang mati? Merupakan pertanyaan inti atau pusat dari kekristenan. Berkenaan dengan hal tersebut terdapat beberapa dugaan. Pertama, murid-murid mencuri mayat Yesus, Kedua para penguasa Yahudi/ Romawi memindahkan mayat Yesus, banyak dugaan lain lagi seperti perempuan yang datang ke kubur dalam keadaan yang bingung dan sangat berdukacita, sehingga mereka tersesat dan masuk ke dalam kubur yang salah, dugaan bahwa Yesus pingsan dan tidak mati. Alasan-alasan tersebut hanya merupakan asumsi orang-orang Yahudi yang tidak berdasar, sehingga yang jelas bahwa Yesus Kristus sungguh-sungguh mati dan bangkit dari antara orang mati.
INTERAKSI TERHADAP ISI BUKU
Ketidaktahuan justru meneguhkan orang-orang yang tidak percaya di dalam ketidakpercayaan. Akal yang buta memang tidak sampai pada kebenaran Allah, tetapi penerapan memberikan pengertian akan kebenaran yang rasional. Dalam kekristenan, persoalan moral selalu lebih utama dari persoalan intelek. Sebenarnya manusia bukannya tidak dapat percaya melainkan mereka tidak mau percaya.
Seandainya kekristenan itu masuk akal dan benar, mengapa justru kebanyakan orang yang terpelajar tidak mempercayainya? Buku ini memberi jawaban sederhana sekali. Mereka tidak mau percaya karena alasan yang sama seprti alasan kebanyakan orang tidak terpelajar yang tidak percaya. Persoalanya mereka tidak mempercayai atau lebih tepatnya menyangkut kehendak.
Dalam kekristenan seringkali dipersoalkan apakah Alkitab adalah Firman Allah? Ini merupakan masalah yang penting yang sampai saat ini masih dalam perdeebatan yang sengit.
Apakah dokumen-dokumen Alkitab yang dimiliki sekarang ini merupakan suatu pekerjaan yang sangat sulit, tetapi melalui buku ini, Little menjelaskan bahwa dokumen-dokumen yang dimiliki sekarang ini tidak jauh berbeda dengan aslinya, dan dokumen tersebut tetap dapat dipercaya dan dapat dibuktikan secara sejarah. Walaupun dermikian, ilmu purbakala sangat membantu dalam memberi pengertian yang lebih jelas tentang yang dicatat dalam Alkitab. Karena dengan ilmu purbakala memungkinkan untuk mengerti latar belakan terjadinya peristiwa-peristiwa dalam sejarah penulisan Alkitab.
Iman tidak menghalangi usaha untuk memahmi kenyataan. Sebaliknya, ilmu pengetahuan sendiri juga didasarkan atas perkiraan yang harus diterima dengan iman sebelum penyelidikan dapat dilakukan. Dalam hal ini, ilmu pengatahuan merupakan salah-satu jalan untuk menemukan kebenaran tentang benda-benda fisik dan juga tentang adanya kenyataan lain yang tidak terwujut dan juga ada cara-cara lain untuk memperoleh kebenaran. Selanjutnya, perlu disadari bahwa ilmu pengetahuan tidak mampu membuat penilaian mengenai apapun yang diukurnya. Meskipun ada permasalahan-permasalahan belum dapat dijelaskan, pada hakekatnya tidak ada pertentangan antara ilmu pengetahuan dan Alkitab.
APRESIASI TERHADAP ISI BUKU
Kehidupan hanya berasal dari kehidupan. Suatu kesimpulan yang menyebabkan suatu pernyataan yang tidak dapat dijelaskan di dalam mata rantai sebab-akibat.
Demikian halnya dengan kehidupan Kristen, masuk masuk akalkah Kekristenan itu? Suatu hal yang sangat penting, oleh sebabnya buku Akal dan Kekristenan mencoba untuk membuktikan bahwa Kekristenan adalah masuk akal.
Paul E. Little membahas secara sistematis hal-hal yang menyangkut Kekristenan dengan Akal, bagaimana Kekristenan tersebut diterima secara Akal serta memberikan bukti-bukti yang berharga bagi khususnya kehidupan Kekristenan agar jangan merasa minder terhadap kamajuan dalam dunia Intelek.
Buku ini sangat padat dengan pembahasannya sehingga memungkinkan bagi pembaca untuk tertarik karena penyajiannya yang cukup sistematis, dan juga ide pokok penulis tidaklah begitu sulit untuk ditemukan. Penulis sangat berkompeten dalam bidangnya, sehingga dengan cara yang meyakinkan dapat menjabarkan apa yang selama ini menjadi pertanyaan para Intelek, bagaimanapun juga segala sesuatu tentang Allah merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dipahami kalau Allah sendiri tidak bersedia untuk menyatakan diriNya.
Pembaca sangatlah diberkati oleh buku ini, karena sebelum membaca buku Akal dan Kekristenan pembaca merasa bahwa Kekristenan itu tidak dapat dimengerti oleh akal atau rasio manusia. Tapi dengan membaca buku ini pembaca sadar bahwa Allah memberikan kasihNya kepada manusia lewat rasio Manusia dapat memberi penjelasan tentang yang “ADA” itu, sejauh yang “ADA” itu menyatakan diriNya. Pada akhirnya Kasih Karunia Allahlah yang dapat memberikan penerangan kepada manusia. Buku Akal dan Kekristenan sangatlah cocok untuk memberi jawab kepada orang yang mencari Jawaban atas kepercayaannya. Tuhan Yesus Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar