Kamis, 29 Mei 2008

“Praksis Teologi Akar rumput Dalam Kehidupan” oleh: Pdt. Josef P. Widyatmadja, M.Th.

Review Book Teologi Operatif Bab IV

Praksis Teologi Akar rumput Dalam Kehidupan

oleh: Pdt. Josef P. Widyatmadja, M.Th.








PENDAHULUAN

Sama seperti artikel yang lain (bab 3), artikel ini juga merupakan artikel yang telah diseminarkan dan juga memperoleh masukan-masukan dari peserta seminar dan telah disatukan dalam sebuah buku yaitu baku teologi operatif dan berjudul “Praksis Teologi Akar Rumput Dalam Kehidupan” Dan termaksud dalam bagian ke-dua dari buku teologi operatif dan merupakan Bab ke-empat yang terletak pada halaman 39-51

GARIS BESAR ISI BUKU

Teologi sebenarnya berkaitan erat dengan praksis kehidupan sehari-hari. Dalam praktek kehidupannya, manusia tidak pernah lepas dari pada iman. Oleh sebab itu, apabila teologi itu mencoba untuk memahami iman hanya melalui sumber Alkitab, maka iman yang diperoleh sangat dangkal dan tidak bertumbuh.

Menurut Pdt. Josef, sebagian besar teologi gereja di Indonesia bisa disebut sebagai penerus dari Iman gereja sponsor, walaupun mungkin di dalamnya terdapat penyesuaian terhadap kondisi di Indonesia. Maka dari pada itu, tugas teologi gereja dapat digambarkan sebagai tugas satpam yang menjaga kebersihan dan keamanan dagangan pasar swalayan, yaitu menjaga kepentingan ajaran dan dogma gereja, bukan untuk menjaga kepentingan masyarakat. Dengan kata lain, formalitas dan legalitas menjadi bagian penting dari pada teologi gereja.

Sejak perang dunia ke-II, terutama dekade 1960-an, ada kecenderungan munculnya teologi konteks. Dimana teologi tersebut tidak berfokos pada dogma gereja yang bersifat sektarian, tetapi fokus utamanya pada isu lokal maupun global yang berkembang dalam masyarakat. Juga tidak bermaksud membela kemapanan gereja atau menggantikannya, tetapi dengan maksud untuk mengisi kekurangan dari pada teologi gereja.

Dalam artikelnya, Pdt. Josef mencoba menawarkan suatu pilihan awal tentang teologi akar rumput, yang merupakan refleksi pengalaman melayani dan berjuang bersama rakyat dengan disinari terang Firman Allah dalam Alkitab, yang tujuannya memberikan spiritualitas pada aktivis sosial Kristen dalam memperjuangkan keadilan di tengah kemajemukan agama dan budaya.

Teologi akar rumput berawal dari imajinasi tentang perlombaan untuk menjadi raja tumbuh-tumbuhan, yang mana rumput itu adalah sejenis tumbuhan yang tidak memiliki sesuatu yang berharga jika dibandingkan dengan tiumbuhan yang lain. Akan tetapi, apabila datang badai yang menggoncang, rumput tersebut akan tetap berdiri dengan tegar, dan dapat memberikan bagian dari tubuhnya untuk dimakan oleh hewan agar dapat mempertahanan hidup.

Menurut Pdt. Josef, rumput merupakan lambang dari pada rakyat yang tidak pernah punah sepanjang masa walaupun kadangkala mengalami penindasan dan penganiayaan. Tetapi hal itu, tidak dapat membuatnya musnah atau mati. Apa makna rumput itu sendiri dalam Alkitab? Dalam kitab Mazmur rumput digambarkan sebagai pemberi hidup, artinya rumput hidup bukan untuk dirinya sendiri ataupun mengabdi dan mencari kekhasan untuk bersaing tetapi, untuk melengkapi kebutuhan dari yang lainnya.

Dalam kitab Yesaya runput digambarkan sebagai tumbuhan yang mengalami kelayuan dan kering sehingga mati, yang merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalam proses hidup dengan ciptaan lainnya. Tetapi bedanya kelayuan dan kekaringan dari rumput sebenarnya bukan akhir dari segalanya, sebab rumput akan bangkit dan tumbuh kembali ketika saatnya tiba. Hal inilah menurut Pdt. Josef yang seharusnya hal ini menjadi spiritualitas umat Allah yang tetap berpegang pada pengharapan untuk hidup walaupun dalam menghadapinya sangat sulit dan kelihatannya kekuatan yang ada tidaklah seimbang dengan masalah yang dihadapi, tetapi seperti rumput itulah tidak mudah menyerah. Spritualitas ini tidak mudah dan dapat di pelajari dalam buku-buku, atau pun dalam tulisan-tulisan rohani, tetapi hanya dapat dialami dalam kehidupan bersama dengan masyarakat.

Pdt. Josef Widyatmadja juga menyajikan ciri-ciri teologi akar rumput yaitu Perhatian pada rakyat kecil dan kebudayaan setempat, pengalaman, pengenalan dan hidup bersama atau praktek, yang merupakan bagian penting dalam berteologi, Fokus utamanya pada masalah kontemporer bukan untuk membela dogma dan sejarah masa lalu, Kurang sistematis dalam mengungkapkan masalah, Tidak bersifat universal, tetapi lokal, Peranan dan pengalaman umat sangat penting, sedangkan klerus dan akademis hanya berperan sebagai fasilisator, Bersifat kritis, publik dan profetik terhadap isu keadilan, Analisis digunakan dalam memahami Alkitab dan kehidupan , berperan untuk memperkuat spiritualitas pelayanan dan perjuangan.

Yang harus ditempuh dalam paksis teologi rumput ini adalah: Cara baru dalam membaca Alkitab, dalam bergereja, menjalankan misi gereja, dan dalam mepersoalkan dan melihat realitas. Menurut Pdt Josef, Teologi akar Rumput belum dapat diatakan sebagai suatu pemikiran teologi yang utuh yang dapat mewakili teologi dalam konteks Indonesia. Teologi ini hanya sekedar refleksi dari upaya pemberdayan kerohanian bagi mereka yang terlibat dalam upaya untuk memperjuangkan keadialan sosial di tengah-tengah masyarakat majemuk di Indonesia khususnya. Semua hal yang berkaitan dengan teologi yang berkembang dalam suatu gereja tidak dapat terlepas dari yang namanya pengalaman dalam bergereja itu sendiri.

IDE PENGARANG

Pdt.Josef P. Widyatmadja lebih menekankan pembahasanya dalam konteks memberdayakan spiritualitas pelayanan dalam mewujutkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan. Dan fokus utama pembahasannya adalah terletak pada cara baru membaca Alkitab, cara baru dalam bergereja, cara baru dalam menjalankan misi gereja, dan cara baru dalam memepersoalkan dan melihat realitas.

SARAN dan KRITIKAN

Buku ini cukup sistematik dalam pembahasan masalah yaitu pertama dengan mencoba memaparkan hubungan antara Teologi dan Praksis dari teologi itu sendiri sehingga dapat dengan mudah seseorang dapat memahami hubungan antara keduanya yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan. Dalam hal pembahasan topik demi topik penulis hanya memberikan suatu gambaran secara umum sehingga pembaca sedikit mengalami kesulitan dalam memahami artikel ini. Dari segi judul yang dibahas oleh Pdt.Josef yaitu teologi akar rumput dalam kehidupan merupakan sesuatu yang cukup menarik untuk dibahas oleh masyarakat kita saat ini, karena hal ini sangat berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari. Jangan berpikir bahwa membaca artikel ini sangat mudah seperti membaca cerita dalam tulisan-tulisan biasa lainnya, tetapi dalam membaca artikel ini diperlukan suatu perhatian yang benar-benar fokus.

Tidak ada komentar: