![]()
Fenomenal adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kejadian yang nyaris merenggut nyawa seorang yang bernama Martin Luther. Peristiwa sambaran petir tersebut kemudian membawa dirinya menjadi seorang Rahib. Keinginan Luther menjadi seorang Rahib ialah mendapat suatu kepastian tentang keselamatan. Hal tersebutlah yang membebani hidupnya yaitu bagaimana mendapatkan Rahmat Allah?
Suatu waktu Luther mendapat kesempatan ke Roma dengan harapan ketika tiba di kota tersebut akan menemukan anugerah Allah yang melimpah-limpah. Di sana ia melakukan selayaknya apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang yaitu berlutut sambil menaiki tangga sambil mengucapkan doa Bapa Kami dengan harapan orang yang pada masa lalu meninggal mendapat pengampunan oleh Tuhan. Saat itulah muncul keraguan dalam hati Luther apakah dalam Alkitab terdapat hal tersebut.
Timbulnya pembaharuan dalam gereja Katholik atau bisa dikenal dengan sebutan reformasi gereja disebabkan oleh perbedaan antara teologi serta praktek gereja dengan ajaran Alkitab seperti yang ditemukan Luther. Yang menjadi puncak dari reformasi Luther ialah melihat ketidak benaran yang dilakukan oleh gereja yaitu penjualansurat-surat penghapusan siksa di Jerman yang dilakukan oleh Tetzel. Dan untuk menentang hal tersebut Luther menyusun 95 dalil yang ditempelkan di deopan pintu Wittenberg.
Luther banyak menuliskan karya-karya yang penting yang di dalamnya membahas rencana pembaharuan. Karya-karya tersebut oleh orang katolik Roma pada sidang di Worms, menuntut agar Luther menarik kembali dan menyatakan seluruh ajarannya salah. Tetapi Luther melalui suatu perenungan dia mengatakan “Aku tak dapat menarik semua tulisanku.” Sambutan yang hangat oleh rakyat jerman atas pembaharuan yang dilakukan oleh Luther yang tidak hanya sekedar pembaharuan dalam diri gereja tetapi juga dalam hal kenegaraan yang selama itu dikuasai oleh Paus dan para Uskup lainnya.
Dampak dari pembaharuan yang dilakukan oleh Luther yang masih dilihat sampai saat ini adalah dengan berdirinya gereja Protestan. Tanpa disadari oleh Luther pembaharuan yang dilakukannya memakan korban yang tidak sedikit, dilain sisi jika Luther tidak melakukan tindakan atau pembaharuan makin banyak lagi korban. Hal tersebut adalah dilematis dari suatu masa atau peradaban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar