Kamis, 29 Mei 2008
Refleksi Keesaan Gereja
Sejarah perkembangan Gereja setelah mendapat kebebasan menjalankan ibadah keagamaannya sejak tahun 313 di mana Kaisar Konstantinus mengeluarkan edik (surat peritah) yang lazimnya disebut Edik Milano Kekristenan pada masa itu mengalami perkembangan yang luar biasa.
Hal tersebut membuat Gereja tidak lagi merupakan kelompok yang diancam, melainkan lembaga yang dihormati, maka banyak orang masuk Kristen dan suasananya menjadi lain. Gereja menjadi gereja rakyat. Sejalan dengan perkembangan ini, timbul kerinduan dalam hati orang-orang dan kelompok-kelompok tertentu untuk mengundurkan diri dari pergaulan hidup sehari-hari untuk merenungkan iman mereka di tempat-tempat yang sunyi. Di sana mereka hidup, secara perorangan atau bersama-sama dalam kelompok-kelompok, sambil berpuasa, bermeditasi dan berdoa.
Kehidupan yang didedikasikan pada Kristus merupakan suatu tindakan yang sungguh-sungguh, bukan sekedar suatu tindakan konyol yang dilakukan oleh para asketis agar mereka dapat dikenal atau untuk suatu jabatan khusus yang diberikan seperti menjadi Santo atau Orang Kudus. Perubahan yang terjadi dalam hidup mereka adalah karena pertemuan secara langsung dengan Kristus walaupun melalui Khotbah atau pembacaan Kitab Suci dan tidak jarang perjumpaan langsung dengan Pribadi Kristus muka dengan muka.
Seringkali orang mengatakan bahwa kehidupan para asketis yang menyiksa diri hanyalah suatu tindakan yang sia-sia, tetapi kalau mau dilihat para asketis tersebut menyumbangkan hal yang sangat penting bagi kehidupan spiritual, mereka dipandang sebagai guru agung yang dapat memberikan nasihat kepada masyarakat di sekitar dan tidak jarang kehidupan mereka menjadi patokan utama dalam menilai sesuatu.
Beberapa orang yang mendedikasikan kehidupannya (Antonius, Agustinus, Benedictus, Thomas Aquinas, Catherina Siena, Ignatius dari Loyola dan para asketis lainnya) untuk sesuatu yang dianggap sebagai kebodohan karena tidak jarang bagi para asketis tersebut meninggalkan suatu kehidupan yang serba mewah atau berkecukupan kedalam suatu kehidupan yang menyiksa dirinya seperti penolakan total kepada pemilikan (Fransiskus dari Asisi). Tidak jarang diantara mereka melakukan sesuatu yang sangat penting terutama bagi kekristenan saat ini.
Aplikasinya bagi kehidupan Kristen saat ini adalah bahwa dalam setiap langkah kehidupan kita terdapat suatu dinamika yang tidak dapat terlepas dalam suatu masa atau peradaban, dimana peradaban yang ada sekarang ini merupakan hasil dari masa lampau, yang sadar ataupun tidak dalam hal ini, kita mempersalahkan mereka yang melakukan kehidupan askese. Yang seharusnya kita menarik suatu makna yang penting dari kehidupan, kesalehan hidup, serta pendedikasian hidup mereka bagi Kristus Yesus Tuhan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar