Kamis, 29 Mei 2008

“Kedaulatan dan Karya Kristus” oleh: John R. W. Stott

INTI DARI ISI BUKU

Buku Kedaulatan dan Karya Kristus yang ditulis oleh John R. W. Stott, yang judul aslinya Basic Christianity, diterbitkan oleh Yayasan Komunikasi Bina Kasih yang merupakan edisi ke 4. Mengajak siapa saja yang dengan sungguh-sungguh ingin mengetahui kebenaran serta makna kekristenan yang sesungguhnya, buku ini berusaha untuk memberikan dan menyajikan penjelasan yang jujur mengenai asas-asas kekristenan tersebut.

Diawali dengan pembahasan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Allah telah berfirman dan bertindak dalam Yesus Kristus, sehingga pemahaman tentang agama Kristen bukanlah melulu percakapan yang indah, bukan daftar peraturan atau pun kumpulan nasehat moral, melainkan “Berita Injil”, berita kesukaan.

Buku ini mencoba menjelaskan pandangan yang sebenarnya tentang Kristus yang merupakan pusat dari ajaran Kristiani, yang berkaitan dengan ajaranNya, perbuatan-perbuatan dalam tugas pelayananNya juga meliputi keseluruhan pribadiNya, serta membuktikan bahwa Kematian dan KebangkitanNya merupakan fakta yang tak dapat disangkal oleh alasan apapun.

Namun jika manusia mulai berpikir tentang ketuhanan Yesus ia bingung, mulai meraba-raba dalam kegelapan, dan akhirnya ia batalkan segala usahanya itu. Hal tersebut tidaklah mengherankan, karena Allah adalah kekal, sedangkan manusia adalah fana. Kebutuhan yang mendesak dari manusia sendiri setelah jatuh ke dalam dosa adalah manusia membutuhkan Juruselamat. Dalam hal ini Allah tidak tinggal diam, dan untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka Yesus datang ke Dunia. Dan hal itu bukan karena usaha manusia, melainkan inisiatif Allah sendiri.

Dalam buku ini juga penulis memaparkan dosa dan sifat-sifat manusia, sebagai akibat dari ketidaktaatan manusia kepada Allah yang mengakibatkan rusaknya hubungan antara manusia dengan Allah, diri sendiri, sesama, dan alam semesta.

Berkaitan dengan misi Kristus di bumi untuk mempersatukan hubungan antara Allah dengan manusia yang telah rusak, maka tidak akan pernah terlepas dari kehidupan sejarahNya di bumi, kelahiranNya, pekejaanNya, kematianNya, kebangkitanNya, kenaikanNya, serta peristiwa pencurahan Roh Kudus yang merupakan rentetan peristiwa pada masa pelayanan Kristus di Bumi.

Respon manusia terhadap karya penyelamatan dari Kristus merupakan hal yang terutama sehingga mau tidak mau persoalan tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendesak dan tidak dapat dielakan lagi.

INTERAKSI TERHADAP ISI BUKU

Bukan karena kecerdasan manusia dapat mengenal Allah melainkan karena FirmanNya; bukan karena pemikiran manusia, melaikan karena pemberitaan Ilahi. Kebanyakan pertentangan antara sains dan agama adalah akibat hal tersebut.

Ada dua alasan pokok yang menyebabkan bahwa untuk menyelidiki agama Kristen, penyelidikan harus berpangkal pada Kristus. Pertama Yesus Kristus merupakan hakikat agama Kristen, kedua Yesus Kristus dan segala perbuatanNya adalah landasan dari bangunan agama Kristen. Seandainya tokoh Kristus dihapuskan dari agama Krisaten, maka agama itu akan runtuh, hilang tanpa arti.Yang paling mencolok dari ajaran Yesus sehingga menjadi sentral dari pengamatan manusia, ialah bahwa dalam Ia justru menuntut kerendahan hati.

Menyangkut pengakuan-pengakuan langsung dari Yesus tidak saja mengenai jabatanNya sebagai Juruselamat, tetapi juga sebagai Allah. Hal tersebut dapat diketahui melalui hubunganNya dengan Allah sebagai “Bapa” berulang kali diucapkan oleh Tuhan Yesus serta pengakuan sifat Ilahi Tuhan Yesus sesudah kebagkitanNya.

Secara tidak langsung juga Yesus telah menyatakan diriNya sebagai Allah dapat ditemukan yaitu Ia mengampouni dosa, Ia pemberi hidup Ia datang untuk mengajarkan kebenaran, Ia akan menghakimi seisi dunia. Hal tersebut telah nyata bahwa Ia adalah Allah. MujizatNya juga juga merupakan sesuatu yang menjadikan bukti akan kuat kusaNya, dan tak dapat disangkal bahwa Ia adalah Allah.

Keluasan, kedalaman dan kengerian dosa manusia dapat diketahui lewat penyelidikan terhadap Alkitab, serta keadaan dalam pengalaman sehari-hari. Tetapi apakah dosa itu sendiri? Sifat dosa dapat digolongkan dalam dua aspek, yakni aspek negatif yang meliputi antara lain kekilafan, kekeliruan, kebodohan, dan aspek positif ialah pelanggaran. Sebagai ukuranya sejauh mana perintah itu dilanggar dapat diukur lewat sepuluh (10) Hukum Allah (Kejadian 20:1-17).

Kebangkitan merupakan hal yang terpenting dalam kekristenan. Karena kalau tidak ada kebangkitan, maka sia-sialah Iman orang Kristen. Bukti-bukti yang memperkuat kesaksian tentang kebangkitan Kristus adalah kubur yang kosong, kain kafan yang tinggal tanpa sentuhan, penampakan diriNya, serta perubahan yang terjadi pada diri murid-murid.

Karya Kristus tidak hanya sebatas tindakan penyelamatan atau pendamaian dengan Allah, tapi menyangkut lingkup yang lebih luas yaitu menyangkut perdamaian dengan dirinya sendiri, sesama, serta dengan alam semesta. Berkaitan dengan tindakan penyelamatan Allah tersebut tedak akan pernah terlepas dengan makna atau arti dari kayu salib yang merupakan jembatan perdamaian antara manusia dengan Allah.

APRESIASI TERHADAP ISI BUKU

Satu lagi buku yang cukup memberi masukan yang berarti buat kehidupan kekristenan yaitu buku Kedaulatan dan Karya Kristus, yang mencoba menyajikan kebenaran serta makna kekristenan dengan penjelasan yang yang bertolak atau berpangkal dari seorang tokoh yang pernah hidup di bumi yang merupakan Juruselamat dunia.

Buku ini cukup menarik dalam pembahasannya, dimana pembahasaannya tidaklah terlalu sukar untuk dipahami sehingga dengan mudah pembaca menemukan ide pokok yang ingin disampaikan penulis. Dalam menyajikan uraian tentang bukti-bukti penting tentang keilahian Yesus, penulis tidaklah menyusahkan pembaca untuk memahaminya, karena dalam penyajiannya penulis mencoba untuk mengaitkan apa yang hendak dibahasnya dengan sesuatu yang logis dan dapat dipercaya.

Sistematika penulisan buku Kedaulatan dan Karya Kristus ada yang kurang tepat, sebab penguraian pada bagian pertama yang seharusnya menguraikan tentang oknum atau pribadi dari Yesus yang menjadi pusat dari pada kasih Allah, tetapi penulis dalam pembahasaannya langsung membahas tentang kebangkitan dari Yesus serta isu-isu seputar kebangkitanNya. Pembahsan mengenai kebangkitan itu sepatutnya dibahas pada bagian ketiga setelah pembahasan mengenai kematianNya.

Buku ini memberikan masukan yang penting bagi pembaca, karena hal-hal yang belum terpikirkan oleh pembaca, ketika belum membaca buku ini pembaca tidaklah terlalu mempersoalkan tentang pembuktian-pembuktian yang dilakukan oleh Stott, tetapi dengan membaca buku ini pembaca semakin sadar bahwa sebenarnya menjadi seorang Kristen seharusnya dapat mempertanggungjawabkan apa yang dipercayai dan diimaninya, tidak semudah apa yang dianggap oleh kebanyakan orang?

1 komentar:

Anonim mengatakan...

kalau diijinkan.. saya pinjam ya...
terima kasih..