Resensi buku
“Seni Berbicara kepada siapa saja, kapan saja,di mana saja ”
oleh Larry King
Pendahuluan:
Buku seni berbicara kepada siapa saja, kapan saja dan dimana saja merupakan sebuah buku yang ditulis oleh seorang yang berkecimpung dalam dunia komunikasi selama lebih dari tiga dasawarsa, berasal dari Brooklyn dan sekarang tinggal di Arlington, Virginia, di dekat Washington bernama Larry King yang aslinya bernama Larry Zeiger, karena sulitnya orang mengeja atau mengingatnya maka ia memakai nama Larry King. Buku ini diterbitkan pertamakali dalam bahasa indonesia pada tahun 1995 oleh PT Gramedia Pustaka Utama dan diterjemahkan oleh Marcus Prihminto Widodo.
Buku ini merupakan sebuah buku yang mengulas berbagai macam tip atau cara yang dapat membantu siapa saja yang mau berkomunikasi baik dalam lingkungan sosial maupun profesional.
Dalam bukunya Larry mencoba membantu kita dalam berkomunikasi dengan baik manakala kita diperhadapkan pertama kali dengan seorang yang sama sekali belum dikenali dengan memulai suatu percakapan dan bagaimana mengatasi rasa malu yang membuat seseorang kurang respek terhadap apa yang kita bicarakan.
Isi
Diawali dengan pembahasan mengenai dasar-dasar percakapan yang benar yang didalamnya Larry menekankan bahwa hal yang pertama yang harus dimiliki oleh seorang komunikator adalah kejujuran, yaitu keterbukaan akan diri sendiri tetapi dalam batas-batas penyajian informasi yang akan disampaikan, tanpa mengurangi rasa percaya diri. Ia juga mengatakan bahwa dalam memulai suatu percakapan pertama kali yang harus dilakukan adalah mengetahui hal-hal yang sangat mendasar dari orang yang akan diajak bicara dengan menghindari pertanyaan-pertanyaan yang pada ujungnya mendapat jawaban ya atau tidak.
Dalam bukunya Larry mencoba memaparkan hal-hal yang dimiliki oleh seorang pembicara yang baik yaitu, dapat memandang suatu hal dari sudut yang baru dimana pembicara tersebut dapat melihat sesuatu itu dari subyek yang umum,dan mempunyai cakrawala berpikir yang luas sehingga tidak hanya membicarakan hal-hal yang disekitar lingkungan kehidupan sehari-hari tetapi lebih kepada diluar kehidupan sehari-hari, selalu antusias dengan menunjukan minat yang besar kepada apa yang mereka kerjakan, yang dibicarakan bukan pribadi mereka sendiri, dan berusaha menempatkan dirinya sesuai apa yang dia katakan serta semangat ingin tahunya sangat besar.
Dalam berpidato seringkali terdapat kebiasaan-kebiasan yang tidak boleh terdapat dalam sebuah pidato. Buku ini juga memberi jalan keluar dengan cara-cara. Yang pertama, berusaha untuk mendengar sendiri apa yang dibicarakan atau disampaikan yaitu memperhatikan kata-kata yang dikeluarkan, sehingga dengan demikian dapat diketahui berapa kali mengucapakan kalimat yang kurang baik untuk didengar dalam sebuah pidato. Kedua, sebelum memulai sebuah pidato atau menyampaikan sebuah pesan perlu dipikirkan kata-kata apa yang ingin disampaikan agar berita yang disampaikan dapat memuaskan pendengar. Ketiga, mintalah salah seorang yang dipercayai agar mendengar atau memperhatikan pidato yang ingin disampaikan yang nantinya dapat memberi koreksi atau masukan agar yang disampaikan nantinya lebih baik atau lebih bermakna.
Etika atau santun dalam berbicara dengan atasan maupun bawahan juga dipaparkan oleh Larry agar nantinya diharapkan tidak hanya dalam hal status sebagai atasan maupun bawahan pada konteks hubungan bisnis saja yang diperhatikan tetapi juga hubungan komunikasi tetap terjalin tanpa adanya suatu kesenjangan akibat komunikasi yang kurang lancar. Larry dalam bukunya mencoba untuk membedakan bagaiman seharusnya seorang bawahan berbicara kepada seorang atasan maupun sebaliknya.
Berkat rohani
Hal yang paling memberkati saya dari buku ini adalah perkataan Larry yang mengatakan bahwa orang akan mengetahui sesuatu dalam diri kita apabila kita berbicara atau melakukan suatu komunikasi baik Verbal maupun non verbal. Oleh karenanya didalam berkomunikasi kita harus hati-hati dalam mengeluarkan kata-kata. Hal ini sangat relevan dengan yang dituliskan didalam Kitab Amsal, dimana penulis Kitab Amsal berulangkali menuliskan agar hati-hati dalam mengunakan lidah karena besar sekali dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain.
Tanggapan
Buku seni berbicara karya Larry King cukup baik didalam penyampaian materinya, sehingga pembaca tidak begitu sulit untuk menemukan ide-ide pokok yang dituangkan di dalam buku tersebut. Materi yang disajikan oleh Larry King menurut penulis jika dikondisikan dengan keadaan di Indonesia yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dengan latar belakang budaya di Eropa sangatlah tidak relevan, juga kalau mau dilihat dari segi pemikiran sanggatlah jauh berbeda, sehingga penulis berpendapat bahwa karya Larry King cukup sebagai bahan masukan yang nantinya akan dipakai pada saat yang tepat, jika nantinya bertemu dengan budaya Eropa yang seperti yang dipaparkan oleh Larry King.
2 komentar:
bagaimana caranya agar bisa mendapatkan buku tersebut atau beli buku tersebut?
bagaimana cara memesanya.
Posting Komentar